Indragiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu “Indra” yang berarti mahligai dan “Giri” yang berarti kedudukan yang tinggi atau negeri, sehingga kata indragiri diartikan sebagai Kerajaan Negeri Mahligai Kerajaan Indragiri diperintah langsung dari Kerajaan Malaka pada masa Raja Iskandar yang bergelar Narasinga I. Pada generasi Raja yang ke 4 (empat) barulah istana Kesultanan Indragiri didirikan oleh Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan NaraSinga II bergelar Zirullah Fil Alam beristerikan Putri Dang Purnama, bersamaan didirikannya Rumah Tinggi di Kampung Dagang.

Raja-Raja Kerajaan Indragiri

Adapun Silsilah dari Kerajaan ini sebagai berikut :

   1. Raja Kecik Mambang alias Raja Merlang I. Memerintah pada tahun 1298 - 1337, beliau adalah Sultan Indragiri pertama yang merupakan Putra Mahkota dari Kerajaan Melaka

   2. Raja Iskandar alias Nara Singa I. Memerintah pada tahun 1337 - 1400 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua

   3. Raja Merlang II bergelar Sultan Jamalluddin Inayatsya. Memerintah pada tahun 1400 - 1473 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tiga.

   4. Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan NaraSinga II bergelar Zirullah Fil Alam. Memerintah pada tahun 1473 - 1532 M dan merupakan Sultan Indragiri ke empat, dimakamkan di Pekan Tua / Kota Lama.

   5. Sultan Usulluddin Hasansyah. Memerintah pada tahun 1532 - 1557 M dan merupakan Sultan Indragiri ke lima.

   6. Raja Ahmad bergelar Sultan Mohamadsyah. Memerintah pada tahun 1557 - 1599 M dan merupakan Sultan Indragiri ke enam.

   7. Raja Jamalluddin bergelar Sultan Jammalludin Keramatsyah. Memerintah pada tahun 1559 - 1658 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tujuh.

   8. Sultan Jamalluddin Suleimansyah. Memerintah pada tahun 1658 - 1669 M dan merupakan Sultan Indragiri ke delapan.

   9. Sultan Jamalluddin Mudoyatsyah. Memerintah pada tahun 1669 - 1676 M dan merupakan Sultan Indragiri ke Sembilan.

  10. Sultan Usulluddin Ahmadsyah. Memerintah pada tahun 1676 - 1687 M dan merupakan Sultan Indragiri ke sepuluh.

  11. Sultan Abdul Jalilsyah. Memerintah pada tahun 1687 - 1700 M dan merupakan Sultan Indragiri ke sebelas.

  12. Sultan Mansyursyah. Memerintah pada tahun 1700 - 1704 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua belas.

  13. Sultan Modamadsyah. Memerintah pada tahun 1704 - 1707 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tiga belas.

  14. Sultan Musafarsyah. Memerintah pada tahun 1707 - 1715 M dan merupakan Sultan Indragiri ke empat belas.

  15. Raja Ali bergelar Sultan Zainal Abidin Indragiri. Pada awalnya beliau merupakan Mangkubumi Indragiri kemudian menjadi Sultan Indragiri ke lima belas yang memerintah pada tahun 1715 - 1735 M dan dimakamkan di Kota Lama.

  16. Raja Hasan bergelar Sultan Salehuddin Keramatsyah. Memerintah pada tahun 1735 - 1765 M dan merupakan Sultan Indragiri enam belas. Dimakamkan di Kampung Tambak sebelah hilir Kota Rengat.

  17. Raja Kecik Besar bergelar Sultan Sunan. Memerintah pada tahun 1765 - 1784 M dan merupakan Sultan Indragiri ke tujuh belas. Dimakamkan di Mesjid Daik Riau

  18. Sultan Ibrahim. Memerintah pada tahun 1784 - 1815 M dan merupakan Sultan Indragiri ke delapan belas. Ia adalah yang mendirikan kota Rengat dan pernah ikut dalam perang Teluk Ketapang untuk merebut kota melaka dari tangan Belanda pada tanggal 18 Juni 1784. Dimakamkan di Mesjid Raya Rengat

  19. Raja Mun bergelar Sultan Mun Bungsu. Memerintah pada tahun 1815 - 1827 M dan merupakan Sultan Indragiri ke sembilan belas, beliau pernah bertapa di puncak Gunung Daik.

  20. Raja Umar bergelar Sultan Berjanggut Keramat Gangsal. Memerintah pada tahun 1827 - 1838 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh.

  21. Raja Said bergelar Sultan Said Modoyatsyah. Memerintah pada tahun 1838 - 1876 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh satu.

  22. Raja Ismail bergelar Sultan Ismailsyah. Memerintah pada tahun 1876 M - hanya seminggu naik tahta kerajaan kemudian meninggal dunia karena sakit dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh dua.

  23. Tengku Husin alias Tengku Bujang bergelar Sultan Husinsyah. Memerintah pada tahun 1877 - 1883M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua tiga. Dimakamkan di Raja Pura ( Japura)

  24. Tengku Isa bergelar Sultan Isa Mudoyatsyah. Memerintah pada tahun 1887 - 1902 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh empat. Dimakamkan di Mesjid Raya Rengat

  25. Raja Uwok. Sebagai Raja Muda Indragiri, memangku pada tahun 1902 - 1912 M.

  26. Tengku Mahmud bergelar Sultan Mahmudsyah. Memerintah pada tahun 1912 - 1963 M dan merupakan Sultan Indragiri ke dua puluh lima. Oleh T.N.I diberikan pangkat Mayor Honorair TNI dengan surat penetapan Panglima T.N.I No. 228/PLM/Pers/1947 tanggal 11 Desember 1947

Raja Noorizan Bte Raja Ashari
2/6/2012 09:16:10 pm

Saya kagum bila mendapat tahu bahawa ade informasi tentang keturunan saya diinternet.Saya Raja Noorizan ada lah anak kepada Raja Ashari Bin Tengku Hamid Bin Tengku Atan Bin Sultan Husinsyah (Sultan Indragiri ke 23).Jika ade informasi lanjut tentang Sultan Husinsyah harap bole berkongsi informasi tersebut di lelaman ini. Terima Kasih

Reply
tengku parameswara
7/3/2012 09:25:56 pm

Setahu saya, Sultan Husinsyah memiliki 3 orang putra. Dulu ayah saya Tengku Arif pernah menerbitkan buku dengan silsilah lengkap termasuk dapat istri dan anak2nya. Noor bisa hubungi saya di email tengkuparameswara@rocketmail.com. salam.

Reply
3/18/2012 06:51:52 pm

Reply
Raja Hamdan bin Raja Ibrahim
11/21/2012 11:52:47 am

Bagaimana cara untuk mendapatkan salasilah keturunan Mangkubumi Indragiri Raja Nong (Tengku Nong)? Ada yang bisa membantu?

Reply
Tengku Parameswara
8/23/2013 07:53:53 pm

mangkubumi pertama din Indragiri adalah Tun Usman Fadilah yang bermakam di kota Lama Rengat, merupakan paman dari Sultan Nara Singa II.

Reply
abubakar
5/25/2014 07:23:38 am

Abang ''keturunan raja riau indragiri 'klo d peranap th ada istana and masjid raja,apa d prnap pernah jd pusat kota indragiri.

Reply
dharmawan putra
3/13/2014 03:32:58 pm

saya mau tanya ngku...adakah keturunan raja indragiri yang bergelar wan...?

Reply
R.Herman Suhari
1/18/2017 06:06:50 pm

Dalam catatan silsilah yg ada pada kami,tertulis nama Tengku Long (Raja Abdullah) sebagai Sultan Indragiri yg ke 23 jika di urut dari Maharaja Merlang I (Sultan Alauddin Inayat Syah) dan Sultan ke XX juka di urut dari Sultan Iskandar Syah Djohan Zirullah Fil Alam (Nara Singa II). Tengku Long dinobatkan setelah mangkatnya Sultan Ismail Syah yg hanya satu minggu memerintah

Reply
Tengku parameswara
2/25/2017 04:36:11 am

Keturunan Raja Indragiri tdk ada yg bergelar wan. Pranap tdk pernah jadi Pusat Kerajaan tapi merupakan daerah yg diperintah oleh raja muda (raja muda pranap).

Reply
rahsyaba al makassary
6/2/2017 04:36:42 pm

Assalaamu alaikum para Raja dan Tengku yang mulia, saya dari kalimantan timur namun kakek saya yg pertama berasal dari Makassar. Beliau hidup sekitar tahun 1660an, menurut silsilah yang ada pada kami Beliau menikah dengan anak dari Sultan Indragiri yang bernama Putri Johor Manikam. Dari perkawinan itu lahirlah seorang anak lelaki yang kemudian diberi nama Syech Muhammad Taji di makassar dikenal dengan nama Tuan Encik Daeng. Sekarang makamnya ada di Makassar Gowa. Saya mencari silsilah Sultan Indragiri saat itu siapa tahu ada Raja dan Tengku yang mengetahui sehingga shilaturrahmi menjadi sebuah kebahagiaan karena bersambungnya persaudaraan. Nama saya Rahman Uriansyach Manaba telp 0823 5056 2839

Reply
R.Herman Suhari
7/1/2017 11:11:17 pm

Adanya Jabatan Raja Muda Peranap atau Yang Dipertuan Muda Peranap adalah erat kaitannya dg perselisihan yg terjadi di dalam Keluarga Kerajaan Indragiri. Dimana yg menjadi YDM Peranap I (Pertama) adalah Sultan Ibrahim ibni Tengku Long (Raja Abdullah)ibni Raja Abdul Rahman (Tengku Busu) ibni Sultan Ibrahim (Pendiri Kota Rengat) ibni Sultan Hasan Salehuddin Keramat Syah . Setelah Sultan Ismail mangkat yg hanya sempat satu minggu memerintah Kerajaan Indragiri,dinobatkan Tengku Long dg Gelaran Sultan Abdullah Inayat Syah pd tahun 1876,akan tetapi Sultan Abdullah hanya satu tahun di atas tahta masa memerintah tahun 1876-1877,karena dari pihak lain inginkan Tengku Husin/Tengku Bujang yg menjadi Sultan. Setelah Sultan Husin mangkat tahun 1883 ,Tengku Long ingin mengambil kembali jabatan Sultan Indragiri,berebut kuasa dg Tengku Isa,setelah adanya kemufakatan keluarga kerajaan,maka di mintalah Tengku Long untuk mengalah dan Jabatan Sultan di berikan kpd Tengku Isa,dg Gelaran Sultan Isa Mudayat Syah,dan Putra Tertua Tengku Long yaitu Tengku Ibrahim di berikan Jabatan YDM Muda Peranap/Raja Muda Peranap

Reply
Raja Herman Suhari
7/1/2017 11:25:30 pm

Semua catatan mengenai Tengku Long (Sultan Abdullah Inayat Syah) tersebut ada dan sangat jelas terbaca di dalam Silsilah Kerajaan Indragiri yg ada pada Keluarga kami,berikut juga dg penjelasan tentang adanya Jabatan Raja Muda Peranap. Akan tetapi kenapa dalam catatan Silsilah Kerajaan Indragiri yg beredar luas sampai saat ini tidak ada tercantum nama Sultan Abdullah??? Semestinya nama Sultan Abdullah tertulis setelah Sultan Ismail yg mangkat satu minggu setelah memerintah.

Reply



Leave a Reply.